Cafe Starbucks telah menyumbang ke Israel setiap tahunnya dua milyar dollar Amerika dari keuntungannya. Sedangkan pabrik rokok Marlboro menyumbang 12 % keuntungannya ke Israel setiap tahunya. Inilah dukungan nyata perusahaan-perusahaan Amerika kepada Zionis Israel, yang dengannya zionis Israel laknatullah membantai kemanusiaan warga Palestina. Tak terkecuali anak-anak dan wanita. Yang terjadi di Gaza dan Palestina bukan lagi perang, tapi pembantaian massal (Genocid) atau Cleansing etnis. Sama seperti Holocaust yang selama ini diangkat oleh Yahudi laknatullah tentang penderitaan masa lalu mereka di tangan Nazi.
Reaksi atas kebiadaban Israel beragam bentuknya, salah satunya adalah seruan boikot produk-produk yang menyumbang mereka. Adalah Organisasi-organisasi Muslim di Malaysia menyerukan boikot terhadap produk-produk AS, termasuk Coca Cola dan franchise kedai kopi Starbucks dalam aksi protes yang mereka gelar di Masjid Nasional di Kuala Lumpur. Asosiasi Konsumen Islam Malaysia dan Asosiasi Pengelola Restoran Muslim Malaysia sambut baik seruan ini. Mereka tidak lagi menyediakan minuman Coca Cola dalam menu di restoran-restoran mereka yang jumlahnya ribuan.
“Kami berharap konsumen Muslim secara penuh ikut serta mengirimkan pesan yang kuat pada Israel dan sekutu-sekutunya agar tidak terus menerus menganiaya umat Islam,” demikian pernyataan Asosisasi Konsumen di Malaysia.
Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohammad juga menyerukan boikot secara luas produk-produk AS dan mata uang dollar sebagai bentuk protes atas dukungan AS pada Israel. “Mereka tidak akan mati jika tidak menggunakan produk AS,” kata Mahathir yang ikut berunjuk rasa bersama 5.000 warga Malaysia di depan kedubes AS.
Seruan boikot produk AS pro Zionis juga dilontarkan dalam aksi massa di Italia. “Kita tidak bisa tinggal diam melihat apa yang terjadi di Gaza. Kami sudah mempertimbangkan untuk membuat daftar pengusaha yang memiliki kaitan dengan Tel Aviv, karena masyarakat tidak banyak tahu siapa saja mereka,” kata Giancarlo Desiderati, anggota lembaga perdagangan di Italia. Di antara daftar produk Amerika lainnya adalah McDonalds, BURGER KING, KENTUCKY, PIZZA HUT, COCA COLA Company, PEPSI COLA, NIKE, A&W, DUNKIN DONUTS, dll.
Tidak satu pun negara di dunia saat ini, kecuali Amerika, yang tidak mengecam Israel. Negara Sosialis Venezuela bahkan mengusir dubes Israel dan memutus hubungan. “Holocaust, itulah yang terjadi saat ini di Gaza. Presiden Israel harus diseret ke pengadilan internasional, bersama presiden AS,” tukas Chavez dalam komentarnya yang disiarkan televisi Venezuela. Dalam kunjungannya ke sebuah rumah sakit di Karkus, ia menyatakan sangat prihatin dan tegas menyatakan bahwa negerinya akan membantu para korban kebiadaban ini. Sekali lagi ia menegecam dan menolak di dalam negerinya ada keturunan Yahudi Israel berdomilisi, karena begitu hebatnya penderitaan yang dialami rakyat Gaza. “Yahudi katanya anti “holocaust”, tapi apa yang terjadi di Gaza?” cetusnya.
Sementara di Indonesia, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan gerakan boikot produk Amerika Serikat (AS) adalah langkah tepat dan patut dilakukan terhadap negara adidaya tersebut sebagai teguran keras.
“Boikot produk Amerika adalah pelajaran keras untuk AS atas standar ganda yang diterapkannya terhadap serangan Israel ke Palestina,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu [07/01]. “Pelajaran keras untuk AS bisa dalam bentuk boikot produk AS dan bahkan pemutusan hubungan diplomatik dengan AS.”
Ma’ruf mengakui seruan untuk boikot produk AS bisa jadi akan berpengaruh terhadap masyarakat, namun sikap tersebut dilakukan demi tujuan yang lebih besar lagi yakni memberi teguran keras terhadap AS. Ia menyayangkan, di saat ratusan rakyat Palestina yang tidak berdosa terus menjadi korban serangan Israel yang membabi buta, AS membisu bahkan mendukung aksi Israel.
Dalam pernyataan sikap tersebut diantaranya disebutkan bahwa MUI mendesak pemerintah Indonesia, Pemimpin Ormas Islam, dan seluruh elemen masyarakat untuk memberikan pelajaran terhadap arogansi dan keangkuhan AS secara tepat.
Apa yang bisa kita lakukan? Tidak perlu terbang ke sana dan ikut berjuang. Sekali lagi, gunakan nurani. Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kemampuan perang mereka. Jangan lemah. Jangan dengar kata orang bahwa semua itu percuma. Tidak banyak yang memberitakan bahwa perekonomian Denmark sempat melemah ketika negara itu mengalami boikot ketika kasus pelecehan Nabi beberapa tahun lalu. Itu adalah indikator bahwa kita bisa punya kekuatan untuk membuat pengaruh secara tidak langsung.
Yang bisa kita lakukan saat ini adalah boikot. Sekali lagi, jangan lemah. Pernah perhatikan bahwa kita menggunakan produk-produk dari produsen yang membantu anggaran Israel? Produk-produk seperti Coca Cola, McDonalds, Nokia, Nike, Dunkin Donuts, Starbucks dan lain-lainnya berasal dari produsen yang dengan setia membantu Israel menjajah Palestina. Tidak ada yang menjanjikan apa pun dari kegiatan boikot ini. Ini hanyalah panggilan nurani untuk mempertimbangkan lain kali Anda membeli produk-produk tersebut.
Renungkanlah sebentar. Ciri-ciri produk pendukung Israel biasanya mahal dan tidak berguna. Starbucks, contohnya. Pernahkah Anda renungkan, kenapa untuk segelas kopi yang bisa Anda bikin sendiri harganya mencapai Rp.30,000? Dengan uang 1jt rupiah, Anda bisa mendapatkan fitur yang lebih banyak dari hape lain dibanding Nokia. Satu buah donat Dunkin Donuts bisa untuk 5-7 donat produk lokal. Itulah ciri-ciri produk pendukung Israel. Sekali lagi, boikot ini bukan untuk orang yang lemah. Orang lemah akan beralasan, tidak mungkinlah, kita ‘kan bergantung sama mereka. Tapi, bila kita kuat dan memiliki hati nurani, silahkan lihat daftar produk-produk yang menurut Anda tidak perlu dibeli lagi di sini: (http://www.inminds.co.uk/boycott-israel.html)
Lain kali Anda menyeruput Coca Cola di McDonalds dan kemudian duduk santai di Starbucks sambil mengutak-atik Nokia, dengan memakai sepatu Nike dan pulang membawa sekotak Dunkin Donuts. Nikmatilah selagi bisa. Tidak perlu merasa bersalah apabila uang yang Kita keluarkan digunakan untuk perlengkapan perang Israel. Anda tidak dosa. Anda hanya lemah. Itu wajar. Negeri ini memang berada ribuan kilometer dari tempat terjadinya penjajahan. ita sedang duduk nyaman di atas perabot Marks & Spencer atau merias diri dengan Avlon. . Rileks saja. Tidak perlu cemas. Perang itu tidak mungkin sampai di negeri ini. Kalau pun sampai. Tenang saja. Akan ada tempat lain di mana orang-orangnya mungkin akan berkelakuan sama seperti Anda sekarang ini: santai dan rileks di tempat yang nyaman, empuk dan hangat.
Maafkan kami Palestina, belum bisa membantu perjuangan secara fisik. Hanya dengan sedikit harta dan do’a. Tapi, kami tidak akan lupa, Palestina. Kami tidak akan membiarkanmu sendiri! (eramuslim.com)